UPAYA MANUSIA MENGHADAPI SETAN

Kilas balik potret upaya manusia dalam menghadapi godaan setan dari ” jaman awal ” Nabi Adam hingga ” jaman sekarang ” era Nabi Muhamad, jika di evaluasi berdasarkan fakta dunia saja( apalagi dg hakim Agung kebenaran Tuhan) : kondisinya sungguh sangat memprehatinkan ,manusia lebih banyak terpengaruh tipu daya setan dan dalam hidup kepalsuan

Tuhan maha kasih, dari episode jaman ke jaman Tuhan selalu mengirim utusanNya untuk mengingatkan dan menyadarkan manusia dijalan kebenaran dan agar jangan menuruti bujuk rayu setan (  musuh yang nyata ).  Berbagai kitab suci yang memuat firman Tuhan yang seharusnya diambil inti sari benang merah kebenarannya untuk memperkuat iman, justru dengan cerdiknya setan menguasai jiwa Ego manusia dan berhasil sukses mengadu domba,sehingga apa yang kita lihat saat ini : faktual keberadaan berbagai agama justru menjadi sumber sebab konflik.

UPAYA MANUSIA MENGHADAPI SETAN.

Situasi dan kondisi ini, seharusnya manusia segera sadar dan instropeksi diri, mencari solusi agar tidak terus menerus dibawah kendali Raja kegelapan. Ada tiga jurus utama untuk menghadapi setan yaitu : 1. Keteguhan iman, 2. Berlindung kepada Tuhan, 3. Penggabungan iman dan pasrah dalam lindungan Tuhan di proses transformasi menjadi Energi Ruh Tuhan / Energi spiritual.

Nah, dengan modal Energi Ruh Tuhan atau Energi Spiritual inilah kita bisa aktif melawan dan menghajar Setan ! sehingga posisi kita tidak selalu dibodohi dan disesatkan oleh setan. Selama ini manusia menghadapi setan dengan cara ke agamaan : keteguhan iman dan berlindung kepada TUHAN, tapi ternyata hasilnya jauh dari harapan !.? Pertanyaannya. . . Beranikah Anda melawan Setan ?! Dimana unsur pasukan Setan tersebut adalah : iblis yang sakti, jin – siluman yang kebanyakan manusia justru mengundang diajak kolaborasi menjadi khodam saktinya ilmu, dan yang lebih berat lagi adalah setan berwujud manusia. Ok, anggap kita berani melawan setan, lalu dengan cara apa kita dapat menghancurkan setan ? Dan bagaimana strateginya ??.

7 Maret 2013 – Ronggo Alam