TIDAK TAU TUJUAN.

TIDAK TAU TUJUAN.

Manusia seolah mempunyai kebebasan mutlak dalam menentukan tujuan hidupnya,namun sebenarnya tidak demikian,umat manusia yang merupakan bagian dari alam semesta ini terkena ketentuan hukum alam yang telah diatur tujuan hidup hakikinya kemana.

Hal senada,manusia tidak bisa menentukan kapan harus berada atau lahir di bumi ini, dan berapa lama masa hidup tinggal di Bumi. Pengertian ini menunjukkan bahwa manusia tidak memiliki kebebasan mutlak,akan tetapi ada yang mengatur,yaitu Tuhan – Shang Maha Pengatur.

tidak tau tujuan

Lahir di Bumi,wujud menjadi manusia,ada dua makna menyertainya yang perlu kita pahami. Pertama : kita harus mensyukuri,lahir berwujud manusia adalah mahluk termulia diantara mahluk ciptaan,karena memiliki potensi lintasan terdekat untuk kembali ke Tuhan. Kedua : setiap manusia yang lahir di Bumi memiliki raport jiwa yang masih kotor,dan harus diperbaiki dengan banyak mohon ampunan serta berbuat kebajikan atau bermakna agar bisa kembali ke Tuhan.

Mari kita renungkan sejenak. . . , mengapa kita dilahirkan di Bumi ?, karena raport jiwa kita masih kotor. Untuk apa kita diberi masa tenggang hidup atau umur semasa hidup di Bumi ?, adalah untuk memperbaiki raport jiwa agar menjadi bersih dan suci,sehingga bisa mencapai tujuan hidup yang hakiki yaitu kembali ke Asal atau Tuhan.

Bagi Manusia yang ” TIDAK TAU TUJUAN ” hidup yang hakiki,mereka akan menetapkan tujuan hidup yang keliru. Akibatnya mensia – sia kan waktu atau umur semasa di Bumi dengan perbuatan yang tidak mendukung kearah Tujuan,tergolong menjadi manusia yang merugi.

Kesuksesan dunia perlu diraih,dengan cara yang benar dan setiap proses ihtiar dikaitkan dalam niat untuk mencapai tujuan akhir,ini lah pola hidup manusia Bermakna, tergolong menjadi manusia yang Dikehendaki Tuhan.

11 Januari 2013 – Ronggo Alam