Spiritualisme

Spiritualisme adalah suatu proses untuk membuka kembali koneksi antara spirit mikrokosmos (manusia) dan Spirit Makrokosmos (alam semesta) yang telah sekian lama seakan-akan tertutup dan terpisah.

Ketika proses itu terjadi, pada tahap awal, seseorang akan merasakan kesadarannya menjadi semakin murni dan semakin fresh, sedangkan pada tahap-tahap yang lebih lanjut, frekuensi kesadarannya akan menjadi semakin selaras dengan kesadaran alam semesta.

Panca indera dari orang yang frekuensi kesadarannya telah semakin selaras dengan kesadaran alam semesta akan bertransformasi seiring dengan perubahan frekuensi kesadarannya tersebut, sehingga membuat dirinya mampu mengetahui hal-hal yang tak dapat diindera oleh panca indera manusia “pada umumnya”.

Pada tahap kesadaran tsb, “lahirlah” orang-orang dengan berbagai macam “pengetahuan aneh” yang sering dianggap sebagai para jenius dan atau para cenayang, seperti : Nikola Tesla, Albert Einstein, Nostradamus, Edgar Cayce, dll.

(Sumber : Hasibuan Santosa  : http://www.facebook.com/hasibuan.santosa)

spiritualisme

Apabila kesadaran manusia dapat menjadi semakin selaras dengan kesadaran alam semesta, maka akan semakin banyak pula berbagai macam “pengetahuan aneh” yang muncul secara tiba-tiba pada diri mereka, walaupun tanpa dipelajari, tanpa diinginkan ataupun tanpa diminta sama sekali.

Kesadaran yg dapat terhubung dgn sumber utama pengetahuan seperti para jenius diatas adalah kesadaran yg sudah terhubung dgn “akasha” atau dikenal juga sebagai sumber utama pengetahuan