SEMAKIN MAKSIAT – SEMAKIN JAYA.

 Lakon hidup tiap orang berbeda-beda,ibarat roda kehidupan,kadang posisi di atas atau masa Kejayaan,kadang di bawah atau masa Keterpurukan. Persepsi umum,Jaya diartikan Sukses materi/keduniawian,sedangkan Maksiat diartikan perbuatan yang melanggar Norma Agama.

Mengapa bisa terjadi semakin Maksiat atau melakukan perbuatan yang dilarang agama,kondisinya justru menjadi semakin Jaya ? ?, analisis disini ditinjau dari aspek spiritual, bukan dari aspek agama. Potret kejadian tersebut hanya berlaku pada manusia yang dalam kondisi dua hal,yaitu a. Grafik roda kehidupannya menuju ke atas. b. Persepsi kasadarannya di Diri Palsu.

makin maksiat makin jaya

Menguatnya Diri palsu ( jiwa: ego-amarah-keinginan ),menggerakan dua lapisan fungsi otak,yaitu a.lapisan new cortex cerebralis.dalam kontek ini menghasilkan kecerdasan fikiran negatif; dan lapisan sub cortico cerebralis yang menghasilkan kecerdasan emosi negatif ( tega,brutal,sadis,dll).

Jumlah manusia di Bumi yang terjebak dalam kondisi di atas sangatlah banyak dan melebihi separo dari jumlah populasi bangsa manusia. Ketidak seimbangan ini membawa dampak negatif secara global bagi kehidupan manusia,seperti Kekacauan,pelanggaran HAM, Korupsi, Kolusi, Konspirasi, Monopoli, Kemiskinan, Eko-sistem alam.dll.

Selain sebab utama di atas, pengaruh negatif akan menjadi lebih dahsyat bila kemasukan pengaruh dari iblis-syetan. Inilah akar masalah sebab kejadian mengapa semakin maksiat-semakin jaya. Ajaran Agama atau ajaran Kebaikan,justru dengan cerdiknya diplintir dimanfaatkan sebagai kedok untuk menjalankan aksinya. Sosok kejayaan banyak yang menjadi tokoh,secara halus atau kasar aksinya menghasilkan Perpecahan,Peperangan,Kemelaratan,jauh dari Perdamaian-Toleransi-Kemakmuran,dll. Lalu SOLUSINYA BAGAIMANA . . . .???.

12 januari 2013 – Ronggo Alam