Profile

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Kesimpulan dari analisis praktek kehidupan di dunia,khususnya di Negara Kesatuan Republik Indonesia, mayoritas persepsi kesadaran Manusia ada pada posisi “DIRI PALSU”, sebatas kulit, tercermin pada perilaku dan sikap yang muncul dengan kecenderungan kuat sifat egoistis – pemaksaan keinginan dan sifat negative lainnya. Akumulasi sifat negative ini menghasilkan problem multi dimensi, kemiskinan, degradasi moral, dll.

Posisi-posisi penting dalam unit manajemen ataupun tata kelola Negara dipegang oleh orang-orang pintar tapi bodoh bathin, nurani atau jati diri sang pemimpin ataupun masyarakat terblokir oleh diri palsu, kondisi ini sungguh sangat memprihatinkan. Pembiaran situasi kondisi ini adalah sebuah kejahatan spiritual, karena dampaknya menyuburkan dominasi nafsu-nafsu dan member ruang terbuka lebar bagi setan-setan menjalankan scenario negative mencengkeram umat manusia.

Melihat hal tersebut kami mengajak masyarakat luas bergabung dalam LEMBAGA ENERGI SPIRITUAL NUSANTARA, untuk bersama sama megadakan perubahan diri dalam kesejatian diri, pemahaman baru, penggemblengan di bidang Energi Spiritual, yang akan mencetak manusia-manusia baru yang BERMAKNA bagi dirinya sendiri, keluarga, lingkungan, masyarakat, Bangsa dan Negara.

LEMBAGA ENERGI SPIRITUAL NUSANTARA (L.E.S.N)

Suatu lembaga yang aktifitas utamanya di bidang Pelatihan dan Pendidikan Ilmu Energi Spiritual Nusantara, sebagai upaya progresif manusia dalam mengenal DIRI SEJATI dan JATI DIRI nya sehingga mengenal lebih dekat dengan Tuhan nya.
L.E.S.N bukan sebuah Aliran Agama, bukan pula suatu Aliran Kepercayaan, bukan suatu Kebudayaan, bukan suatu filsafat, bukan psikologi. Murni dan fokus pokok bahasannya tentang spiritual atau percikan RUH TUHAN yang berada dalam diri Manusia.

Energi Spiritual :
Energi adalah daya hidup ( dalam arti luas )
Spiritual : asal kata dalam bahasa inggris, dalam bahasa arab dikenal dengan istilah RUH (Percikan cahaya Tuhan ), atau dalam versi L.E.S.N disebut INTI HIDUP
Energi Spiritual : dimaknai sebagai “Daya Inti Hidup”
Nusantara : Suatu wilayah territorial Kekuasaan di zaman Kerajaan Majapahit yang merupakan cikal bakal N.K.R.I ( Negara Kesatuan Republik Indonesia ) dimana kita berada saat ini.
Ilmu energi Spiritual Nusantara
Bersumber dari kristalisasi metode yang berada di Nusantara dan telah disempurnakan dalam upaya manusia mengenal jati dirinya dan Tuhannya dengan formula :

     C*QS ( Conditioning Quantum System ).

Inilah dasar mengapa Nusantara dipakai/diabadikan sebagai nama ilmu, sekaligus sebagai nama Lembaga

Spiritualis/Ruhaniawan
Seseorang yang menekuni jalan spiritual dinamakan Spiritualis atau Ruhaniawan, pemahaman masyarakat banyak yang salah kaprah tentang definisi ini. Jadi spiritualist itu : bukan agamawan, bukan filosof, bukan budayawan, bukan psikolog, bukan supranatural, bukan paranormal, bukan dukun dan lain lain.

VISI DAN MISI

Visi :
Mencetak sumber daya manusia yang bermakna, pembawa kedamaian, menghantar pribadinya dalam kehidupan yang selamat-bahagia di dunia dan akhirat.

Misi :
1.Menghantar manusia untuk mengenal pribadinya yang sejati dan jati dirinya.
2.Membangkitkan Energi Spiritualnya yang bersumber mutlak langsung dari Allah S.W.T. Tuhan Yang Maha Esa.
3.Menjadikan pribadi yang mengenal kebenaran yang hakiki, jiwa kasih sayang , bahagia, bijaksana, sehat dan kuat.
4.Menghasilkan alumni sumber daya manusia yang bermakna dan pembawa kedamaian dan selamat.

STRATEGI, FORMULA DAN PARAMETER

Strategi

Mengingat Energi spiritual wilayahnya adalah hati, bukan otak , jadi logika sifatnya hanya mampu menghantar saja, selanjuatnya urusan keyakinan dan pengalaman pribadi akan saling mengisi dan menguatkan. Dan manusia di era sekarang ini inginnya serba cepat, akurat, hasilnya besar, kualitasnya super, tetapi untuk memperolehnya dengan cara yang mudah, cepat dan murah.
Berdasarkan hal tersebut di atas, di susun strategi berikut :
a.Calon peserta sudah dewasa dan berkeTuhanan Yang Maha Esa (sepanjang jenis energi positif , bagi calon peserta yang sudah pernah belajar/memiliki energi prana / tenaga dalam / energi alam dari berbagai tradisi / tareqat, dll akan semakin baik bagi peserta).
b.Pengkondisian menjadikan pribadi berbakat spiritual.
c.Pengkondisian menjadikan pribadi terpilih sebagai spiritualis.
d.Pengkondisian menjadikan pribadi yang diridhoi / di berkati Tuhan / Allah.
e.Jembatan energi spiritual dapat mengakses dari berbagi sumber energi.
f.Setting energi bermanfaat untuk alam metafisika dan fisika.
g.Riset dan pengembangan diri.

Formula
Formula energi yang digunakan : Conditioning* – Quantum System (C* – QS) atau Pengkondisian* – Sistem Percepatan. Formula ini dirancang khusus untuk dapat mengikuti tuntutan jaman / era perilaku manusia saat ini dan ke depan yang serba cepat; kemudahan; dan hasilnya maksimal. Aplikasi formula ini menuntut kerjasama yang harmonis antara Dewan Guru dengan para peserta, maka hasilnya akan bagus.

Pengkondisian* / Conditioning* :
Maksudnya dalam diri peserta ditata terutama Badang Energi dan Kebersihan hati dari energi negatif, secara berurutan dikondisikan sebagai berikut :

a.Pembersihan diri dari Energi negatif, agar hati bersih dan terbuka
Belajar spiritual / Ruhani tanpa dibersihkan hatinya terlebih dahulu, bagaikan katak merindukan bulan, atau tidak akan sukses walau seribu tahun belajar !
Dewan Guru akan membantu Pembersihan energi negatif tersebut.

b.Penataan Unsur Raga
Dewan Guru akan mengkondisikan menjadi seimbang unsur Tanah – Air – Angin – Api – Ether yang ada pada diri peserta.

c.Mengaktifkan Jalur Energi dan Pusat – pusat Energi
Jalur dan pusat – pusat Energi diaktifkan – dibersihkan – dikembangkan, sehingga nanti bila kita menyalurkan Energi apa saja dapat menjadi lancar.

d.Penyelerasan Energi Inti Bumi dan Energi Inti Langit
Posisi kita ada di atas Bumi dan di bawah langit, dalam rangka untuk menampung energi yang kualitasnya lebih tinggi, sebagai pondasi dan pelapis, maka kita himpun secara serasi dan disimpan dalam diri Gabungan energi inti bumi dan Energi inti langit.

e.Pembangkitan Aura Kasih – Sayang
•Sifat Tuhan yang menonjol dalam konteks ini adalah “KASIH SAYANG”, agar saudara di kasih sayangi Tuhan dan dipilih menjadi seorang spiritualis energi atau Ruhaniawan maka Aura Kasih Sayang saudara di bangkitkan dan memancar.
•Setelah 5 (lima) tahap pengkondisian selesai, dilanjutkan dengan Pembangkitan Energi spiritual nusantara, yang berada di perineum, agar terhubung dengan NURANI / RUHANI jati diri para peserta.

Quantum Sistem atau Sistem Percepatan

a.Sistem
Di dalam sistem, ada : jurus – meditasi – tafakur.

b.Quantum / Percepatan, ada : TAKINFA – ASALAL – ALFA 7
Gabungan secara proporsional dan harmonis antara sistem dan Quantum dan pengkondisian, maka formula Energi yang dikembangkan di Lembaga Energi Spiritual Nusantara dinamakan : C* – QS atau Conditioning* – Quantum System.

PARAMETER

Parameter atau tolak ukur keberhasilan bila seseorang mengikuti program ini adalah : meningkatnya dengan pesat kecerdasaan akan kesadaran 7(tujuh) hal, sebagai berikut :
1)Kebenaran
2)Kasih sayang
3)Kebahagiaan
4)Kebijaksanaan
5)Kekuatan (energy)
6)Damai dan selamat
7)Bermakna
Mengikuti prosesi pelatihan dengan formula Energy C*-QS ini akan mencerahi jiwa secara positif sehingga terbangun karakter pribadi unggul menjadikan manusia-manusia baru dengan akhlaq yang mulia atau berbudi luhur dan bermakna bagi kehidupan secara universal.

PROGRAM DAN KURIKULUM

1.Program Diklat
Dalam Prosesi Pembelajaran di Lembaga Energi Spiritual Nusantara (LESN) ada 4 (empat) Program yaitu:
a.Program I. Praktisi Spiritualis Energi (PSE)
b.Program II. Master Spiritualis Energi (MSE)
c.Program III. Master Teacher Spiritualis Energi (MTSE)
d.Program IV. Riset dan Pengembangan Energi (MPE)
Tiap – tiap program, lama waktu efektif pembelajaran : 7 (tujuh) jam, untuk selanjutnya dapat berlatih sendiri di rumah masing-masing. Dan untuk pemantapan keilmuwan dapat konsultasi secara periodik dengan Para Anggota Dewan Guru LESN.

2.Kurikulum Diklat
Kurikulum Pembelajaran DIKLAT disusun sedemikian rupa agar sistematis dan mudah untuk diikuti oleh para peserta, terdiri dari :
1.Rancang Bangun Pembelajaran DIKLAT
2.Satuan Acara Pembelajaran DIKLAT

PENUTUP

Artikel singkat mengenai Program dan Kurikulum Pembelajaran DIKLAT Energi Spiritual ini kiranya dapat lebih mudah memberi Gambaran secara sistematis tahapan – tahapan yang akan dilalui selama proses Pembelajaran dan mendapatkan capaian hasil sesuai yang diharapkan. Dan secara mendetail pada setiap program akan dibagikan Buku Panduan Pelatihan, sehingga memudahkan peserta untuk memahami dan mempraktekkannya.

Sebagai wahana silaturahmi dan konsultasi hal-hal yang mungkin perlu dimusyawarahkan atau pendalaman keilmuan, sebulan sekali pada hari Minggu di Minggu ke 4 (empat) Pengurus menyediakan waktu dan tempat di Perumahan Taman Krajan C1 Wedomartani, Sleman, Yogyakarta. Hal ini semua dilakukan dengan harapan para peserta atau alumni mengalami Pencerahan Hidup Bermakna, sehingga sebagai sumber daya manusia menjadi insan / manusia yang berguna bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat, bangsa dan negara.

Lembaga Energi Spiritual Nusantara secara legalitas didirikan pada hari Jum’at jam : 11, tanggal 11, bulan 11, Tahun 2011, di Yogyakarta. Dengan Akta Notaris No: 07 dan Terdaftar di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Sleman, Nomor : 14/HK/I/LL/2012/PN. Sleman. Secara bertahap mengadakan Persiapan dan Perbaikan agar fasilitasi proses pembelajaran menjadi lebih kondusif.

Lembaga energi Spiritual ini mulai beraktifitas dan dideklarasikan secara resmi pada tanggal 11 November 2012