Musibah Besar Baru Ingat Tuhan

MUSIBAH BESAR, BARU INGAT TUHAN.

Katagori musibah kecil atau besar sifatnya relatif,pada posisi ini persepsi kesadarannya ada pada Diri Palsu atau Diri Ego. Egoisnya kuat,logikanya kuat,emosinya kuat,keinginannya kuat,sehingga baginya tantangan kehidupan adalah mudah diatasi,umumnya sukses duniawi dapa diraih dengan gemilang. . . . Capaian ini semakin memperkokoh Diri Egonya.

musibah besar

Prinsip hidupnya hampir mengkristal bahwa nasib suksesnya tergantung dari hasil iktiarnya. Ada dua kelompok seseorang mencapai sukses,yaitu dalam jalan kebenaran, dan dengan segala cara yang penting sukses tercapai. Keduanya tangguh mengatasi tantangan duniawi,dan ternyata sukses, musibah-musibah kecil dapat diatasi dengan baik. Pun bersyukur kepada Tuhan,sebagai kepantasan menurut logikanya.

Beda kasus bila menurut persepsinya yang dialami adalah katagori musibah besar, betul-betul terhabisi dan dalam ketidak berdayaan. . .,akhirnya mengeluh kepada Tuhan,Tuhan yang menurut angan penafsirannya,dan sebenarnya juga tidak tahu,Tuhan itu yang mana,sehingga mudah diingat dan disembah,serta dimintai pertolongan.

Secara alami,musibah kecil menyadarkan seseorang untuk ingat kepada Tuhan dalam arti permukaan/kulit,tidak mendorong untuk lebih dalam seseorang ingin mengenal Tuhan. Musibah besar menyadarkan seseorang untuk mengenal Tuhan,sehingga mudah untuk mengingat setiap saat,ini dalam arti yang sadar dalam cara positif. Namun tidak jarang yang berprinsip, yang penting musibahnya teratasi dengan cepat,kolaborasi dengan kuasa kegelapan pun tidak menjadi masalah.

Banyak metodologi mengenal Tuhan,namun bila belum ketemu juga,anda bisa ikuti formula L.ESN,sehingga anda dengan benar bisa mengingat Tuhan. Tuhan bukan nama,kalau anda mengingat nama : jelas keliru, Tuhan juga bukan angan-anganmu, kalau anda mengingat angan penafsiranmu, semakin keliru dan jauh dari kebenaran Tuhan.

17 Januari 13 – Ronggo Alam

1 comment for “Musibah Besar Baru Ingat Tuhan

Comments are closed.