MENGENAL MANUSIA.

Tuhan Maha Tahu dan Maha Berkehendak,Kehendak Tuhan tidak bisa dibatasi oleh persepsi mahluk ciptaanNya. Kapan saja dan apa saja Kehendak Tuhan itu Hak Tuhan dan terserah kemauan Tuhan.

Belajar dari peristiwa asal muasal kejadian manusia,dalam hal ini ADAM. Sewaktu di alamnya para Malaikat,sebelumnya Tuhan bertitah bahwa Sujud dan Sembah hanya kepada Tuhan,tentu para malaikat taat dan patuh,namun sewaktu penciptaan Adam setelah dzat Ruh Tuhan sendiri yang dimasukkan untuk menghidupkan Adam,maka saat itu dititahkan atas Kehendak Tuhan agar para Malaikat untuk bersujud kepada Adam.

Apa yang terjadi,semua malaikat taat dan bersujud,kecuali ada 1\3 bangsa Malaikat kerub/kerubin,yang tetap taat pada titah pertama yaitu Sujud-Sembah hanya kepada Tuhan,sedangkan titah yang belakangan : Sujud kepada Adam,tidak mau !, Tuhan Gusar,1/3 bangsa Malaikat Kerubin dilaknat Tuhan ke dimensi terbawah menjadi Iblis,yang dulunya baik rupa menjadi jelek rupa,yang dulunya cahaya terang berubah menjadi intinya Api. Iblis inilah sumber kesesatan-kejahatan, sifat perbuatannya dinamakan Syetan,kesaktiannya setara malaikat,sehingga bangsa jin dan manusia tidak akan mampu melawannya.

mengenal manusia

Bangsa Jin dan Manusia yang dikuasai Iblis,perbuatan jahatnya dinamakan Syetan. Musuh yang nyata manusia adalah Syetan, sementara manusia tidak akan mampu melawan Syetan !, ini perlu solusi.!!!, nah ada satu-satunya jurus untuk mengalahkan syetan,yaitu berlindung dan mohon kuasa energinya Tuhan. Belajar dari kisah diatas,persepsi kita jangan membatasi kehendak Tuhan,saat ini pun bila Tuhan berkehendak kita diberi kuasa kekuatan/energi untuk melawan syetan ya bisa !, anda tidak bisa mengatur Tuhan harusnya begini-begitu. Tuhan Maha Segalanya,tidak statis,Tuhan tidak terkungkung oleh Firman dan ajarannya dimasa lalu, contoh ada Era Nabi Ibrahim,atas kehendakNya timbul Era Nabi Musa,dan seterusnya . . .

Dalam konteks mengenal manusia disini yang terpenting kita sadari adalah kualitas Ruh yang menghidupkan kita bersumber langsung dari dzat Tuhan,bukan dari Ruh Tuhan atau Ruh Suci,inilah keistemewaan Bangsa Manusia.

6 Februari 2013 – Ronggo Alam