MENCARI PENCERAHAN DUNIA.

Lahir,kemudian hidup di dunia,dengan panca indera dan kesadaran fisik,tampak begitu jelas dan nyata tidak terbantahkan bahwa hidup di dunia adalah realita. Segala sesuatu diukur menurut logika,bila tidak masuk akal-fikir maka tidak bisa diterima sebagai kebenaran.

Cara pandang barat,segala sesuatu harus ilmiah,terukur dan dapat diterima oleh akal-fikir,hal ini menjadi alat pembenaran dan pengaruhnya mengglobal sampai di masyarakat kita. Pandangan ini tepat untuk urusan keduniawian,tetapi untuk urusan spiritual atau Ruh tidaklah demikian.

pencerahan dunia

Akal – pikir tidak mampu menjangkau spiritual atau Ruh,karena memang bukan wilayahnya dalam sistem kerja dari fungsi tubuh. Urusan spiritual wilayahnya adalah hati,dan yang mampu menjangkau adalah jiwa lapis 1,yaitu jiwa suci dengan perantara benang merahnya adalah ” KESADARAN ”

Seseorang yang telah sadar dan memahami Makna Hidup di Dunia,berarti telah ” Menemukan Pencerahan Dunia ”. Pola kehidupannya adalah : Hidup dalam kekinian, yah . . . .hidup adalah saat ini,setiap kali sadar . . . Hidup ya saat ini,sehingga terkendali perbuatan saat ini harus mengandung nilai-nilai positif bagi kehidupannya dan berdampak positif kepada sesama dan lingkungannya.

Bagi yang masih Mencari Pencerahan Dunia,pola kehidupannya : ” Hidup Dalam Perencanaan ” artinya dikendalikan oleh akal-fikir yang mengkaitkan masa lalu dan target masa depan. Dan bagi yang sudah menemukan pencerahan dunia,pola kehidupannya dikendalikan oleh Hati : Hidup Dalam kekinian.

14 januari 2013 – Ronggo Alam