MANUSIA LEBIH TAKUT HANTU, DARI PADA TUHAN.

Terutama di wilayah Nusantara, bloking pola pikir negatif sangat kuat akibat faktor lingkungan dan sudah membudaya tertanam dari sejak kecil hingga dewasa terpola secara imajiner bahwa HANTU adalah sesuatu yang sangat menakutkan, munculnya diwaktu malam/gelap/sepi. Sehingga suasana gelap sendiri juga menimbulkan efek kejiwaan yang menakutkan, atau kenyamanan jiwa lebih enak siang/terang – dibanding malam/gelap.

Pemahaman yang hanya pada tataran kulit saja menimbulkan persepsi yang sangat jauh dibandingkan realita dan arti yang hakiki dari esensi masalah. Cobalah pahami dari sudut pandang spiritual.

Para pendahulu gagal membuat aura pemahaman bahwa yang sepatunya ditakuti adalah Tuhan, bukan Hantu! Pekerjaan untuk mengubah – mengurai blocking persepsi ini tidaklah mudah, diperlukan kepedulian pionir untuk mengorganisir dengan konsep positif,  kemudian disosialisasikan secara gerakan masal – kontinyu sampai membudaya, dan terjadi titik balik kesadaran pemahaman bahwa Hantu itu tidak layak untuk ditakuti, dia hanyalah mahluk ciptaan Tuhan di dimensi lain.

MANUSIA LEBIH TAKUT HANTU, DARI PADA TUHAN

Pemahaman spiritual yang berdasarkan pengalaman seorang individu akan menimbulkan sebuah persepsi yang sangat berbeda dibandingkan hanya persepsi yang didapatkan dari pemahaman dari membaca buku, atau bahkan filsafat dan ada lagi, hanya didapat dari cerita seseorang saja. Spiritual itu adalah sebuah persepsi yang didapat dari pemahaman berbasis pengalaman.

Mari kita mulai saat ini iktiar bersama, diawali dari yang dewasa, kemudian kita pahamkan kepada anak – cucu, bahwa Hantu itu mahluk biasa sesuai dengan kodratnya – dan bukan sesuatu hal yang perlu ditakuti, penanaman prinsip : tidak boleh takut kepada sesama mahluk ciptaan – apapun namanya, dan takutlah hanya kepada Sang Maha Pencipta Mahluk yaitu Tuhan.

26 Maret 2013 – Ronggo Alam

1 comment for “MANUSIA LEBIH TAKUT HANTU, DARI PADA TUHAN.

Comments are closed.