LINGKUNGAN MENENTUKAN PERKEMBANGAN JIWA

Dari lintasan kehidupan, kemudian lahirlah bayi yang saat itu jiwanya masih murni. Namun sebenarnya mengandung muatan genetik warisan perbuatan leluhurnya. Warisan itu tersimpan rapi pada sub-sub lapisan jiwa: 5+6+7. Hal tersebut menjadi potensi jiwa yang berbeda-beda,satu saudara sekalipun. Faktual. . .cap jempol tiap manusia tidak ada yang sama,juga nasibnya.

Kualitas Roh yang masuk ke janin,sama persis sekualitas dengan janin. Roh yg masuk ke dalam badan dinamakan jiwa,jiwa ini bertanggung jawab pada kehidupan selanjutnya. Penting direnungkan,mengapa kita dilahirkan di bumi ini ?. Jawaban atas pertanyaan ini,tidak disiarkan dan dipahamkan oleh para leluhur/orang tua yg mengetahui. Generasi ke generasi tdk mengetahui apa yg seharusnya dilakukan sewaktu hidup di bumi.

crowd-istock-450

Bahkan para orang tua terjebak dalam keduniawian yang sifatnya sementara. Kompetisi terselubung keduniawian selama hidup di bumi membudaya. Jiwa dan pikiran dari kecil hingga dewasa terpola keduniawian. Akhirnya mayoritas manusia yg hidup di lingkungan seperti ini,secara otomatis terbawa arus. Akibatnya fungsi pikiran dan emosi sangat menonjol, HATI NURANI TERBLOKIR atau TERHIJAB.

Optimalisasi fungsi pikiran dan emosi membuahkan EGO yang kuat,inilah DIRI PALSU. Hal ini menyebabkan cerminan masyarakat kita mengalami KRISIS KETIDAK PEDULIAN secara universal. Masyarakat terkotak-kotak dalam Ego kelompok, Ego Agama, Ego politik, Ego budaya.dll. Jiwa manusia yg lahir di LINGKUNGAN ini,terkungkung dalam KESADARAN FISIK. Perbuatannya penuh pamrih,rawan kemerosotan moral,jauh dari kematangan jiwa.

Lingkungan di tanah air kita ini sudah tidak kondusif untuk proses EVOLUSI kematangan jiwa. Solusinya harus dimulai dari diri kita sendiri, agar tidak terpengaruh lingkungan. Tingkat kesadaran kita harus melampaui DIRI PALSU ( jiwa lapis 5+6+7), setidaknya pada jiwa tenang. Energi kesadaran * efektif untuk meningkatkan level kesadaran anda secara Revolusioner. Pada level kesadaran jiwa bijak,tau apa yg seharusnya diperbuat di bumi utk mencapai tujuan hidup hakiki.

1 Januari 2011    Ronggo Alam

Note : sudah dipublikassikan di :   www.facebook.com/M.RonggoAlam