JIWA YANG SUCI,MUDAH MEMAHAMI HAKEKAT AGAMA.

Pada kesadaran dalam posisi jiwa yang suci /diri sejati,cahaya kebenaran Tuhan mudah ditangkap,sehingga kecerdasan dalam memahami segala sesuatu meningkat pesat, misal fenomena alam,firman-firman Tuhan,dan akibatnya mudah memahami hakekat Agama.

Bila kita pelajari firman-firman Tuhan dalam kitab suci Agama, ada seolah-olah antara firman dengan yang lain tidak seirama bahkan kontradiktif. Hal ini disebabkan ada firman yang bisa dipahami secara logika,mengungkap makna dari yang tersurat maupun yang tersirat dari firman tersebut. Sedangkan makna yang  tersembunyi hanya bisa diungkap manakala seseorang persepsi kesadaran ada pada jiwa Suci.

JIWA YANG SUCI,MUDAH MEMAHAMI HAKEKAT AGAMA.

Memakai istilah dunia Supranatural : Kesurupan/Hadiran/Kerawuhan Roh leluhur-Jin siluman-para suci.dll. Nah kalau didalam dunia Spiritual hal ini tidak ada konteks.nya. Berbagai info di TV,majalah,banyak yang salah kaprah dalam terminologi/batasan makna kata,disebutkan Ahli Spiritual( Ruh Tuhan/Ketuhanan ) tetapi yang ditampilkan soal Roh leluhur/bangsa jin,dll,ini adalah wilayah Supranatural/Metafisika. Ada lagi,Dia sebenarnya ahli Agama ( Agamawan ),tetapi disebut Ruhaniawan ( ahli Ruh ) kemudian coba kudekati dan tanya seputar Ruh. . .? Ternyata jawabnya Ruh itu urusan Tuhan ! Nah . . Kan ??.

Fakta dimasyarakat berkembang mentradisi seperti itu, sudah saatnya perlu ada ”paradigma baru”,walau syiarnya tidak mudah dan penuh tantangan, tetapi demi kebaikan perlu dimulai, dengan pinjam istilah supranatural : Kesurupan. Bedanya kalau di dunia spiritual : ” KESURUPAN RUH TUHAN ”, pada kondisi ini persepsi kesadarannya ada pada Hati Nurani/Ruhani/Jati Diri, sebagai nahkoda hidupnya adalah berdasarkan Hati Nuraninya.

26 Februari 2013 – Ronggo Alam

1 comment for “JIWA YANG SUCI,MUDAH MEMAHAMI HAKEKAT AGAMA.

Comments are closed.