JIWA YANG SUCI, JADIKAN ULAH MANUSIA POSITIF.

Jiwa yang suci adalah ” Diri Sejati kita ”, wujudnya persis seperti kita,namun berupa cahaya putih terang benderang cemerlang,jiwa suci inilah yang berinteraksi dengan RUH yang menyebabkan manusia bisa hidup. Subyek Ruh terluar interaksi dengan jiwa suci atau Ani menjadi : RuhAni,kesadaran jiwa suci masuk dalam wujud Ruh berupa Nurani inilah ” Jati Diri Kita ”.

Dengan induksi Energi Spiritual Nusantara ke Nurani/Spiritual,maka akan terjadi reaksi energi dan menghasilkan Energi Ruhani/Nurani/Spiritual yang dapat mencerahi lapis-lapis jiwa terluar terutama Diri Palsu,sehingga ulah manusia menjadi positif dan berubah sebutan menjadi ” Manusia Bermakna ”.

JIWA YANG SUCI, JADIKAN ULAH MANUSIA POSITIF

Kesadaran Diri Palsu merasa benar di wilayahnya,logika-pikiran sebagai alat pembenaran,yang kalau kita evaluasi dengan tolok ukur kebenaran,ternyata hasil akhir perbuatannya diselimuti pamrih dan kepalsuan. Untuk mengajak menuju kebenaran tidaklah mudah,tetapi kami tetap menyerukan agar sadar,dan kesadarannya bisa melampaui atau menjinakkan Diri Palsu,masuk ke strata yang lebih tinggi/dalam yaitu Diri Bijak.

Diri Bijak adalah posisi tengah ,tahu kebenaran dari Diri Sejati dan juga tahu kepalsuan dari Diri Palsu. Mengambil sikap untuk membuat keputusan agar Bermakna,inilah tugas utama Diri Bijak. Diri Bijak masih rawan atas pengaruh tertarik medan energi magnitik yang sangat kuat dari Diri Palsu,jadi lebih aman kalau anda berada pada posisi Diri Sejati.

25 Februari 2013 – Ronggo Alam

1 comment for “JIWA YANG SUCI, JADIKAN ULAH MANUSIA POSITIF.

Comments are closed.