INGIN MASUK SURGA, ADALAH PAMRIH.

Mengingat 98 % bangsa manusia persepsi kesadarannya berada pada posisi strata Diri Palsu,keinginan Ego nya sangat kuat,maka metoda pendekatan tahap awal salah satunya adalah menakut-nakuti adanya siksa yang pedih ( neraka ) dan memberi harapan kenikmatan ( surga ),pada hal surga itu bukan tujuan yang Hakiki. Tujuan hakiki anda adalah kembali ke Asal/Tuhan, bukan ke Surga !.

Pamrih adalah mengungkapkan maksud tujuan tersembunyi dari Ego atau Diri Palsu,jadi muara pamrih adalah untuk memenuhi keinginan Ego. Ingin masuk surga dasarnya adalah pamrih Ego dengan harapan mendapat kenikmatan nantinya di alam Akhirat. Sehingga hasil akhir perbuatan positif selama di Bumi akan terhimpun energi positif yang akan menghantar jiwa/Roh nya sebatas ke surga juga,sesuai level alam surga.

 INGIN MASUK SURGA, ADALAH PAMRIH.

Apa yang terjadi bila kita dapat melampaui Diri Palsu,dan masuk pada Diri Sejati,yang persepsi Dirinya : segala sesuatu perbuatannya adalah digerakan Tuhan,maka kualitas himpunan energi positif yang diperoleh akan mampu menghantar ke Asal usul manusia yaitu Tuhan Yang Maha Esa,inilah tujuan sejati manusia dan benar adanya tanpa pamrih.

Adalah wajar perdebatan terjadi atas tafsirnya masing-masing dari segala sesuatu,bagaikan buih-buih dan riak gelombang di lautan,hal ini dikarenakan domain yang menafsir ada pada strata Diri Palsu ( pemahaman kulit ). Cobalah masuk ke dasar samodra hati,anda akan menemukan Nurani, Nur : artinya Cahaya,temukan dan masuk dalam dimensi cahaya . . .inilah Kesejatian. Logika dan katanya bias tidak akan menjangkau wilayah ini.

17 februari 2013 – Ronggo Alam