FAKTA, SUDAH BERAGAMA TAPI MASIH DALAM KEPALSUAN

Kata kunci dalam peristiwa ini adalah : para pemeluk Agama ( Agama apa saja ),dalam proses pembelajaran dapat dipastikan belum menghayati sampai pada inti Agama( Hakekat- makrifat) sebagai pondasi awal dalam meniti kesejatian hidup, tetapi masih pada posisi normatif (yg tersurat+tersirat) atau formalitas tata cara dan ketentuan hukum Agama/Ajaran kebenaran dari Tuhan. Inilah akar masalah utamanya !.

Kata kunci Ajaran Agama adalah : menyadarkan manusia,hanya Tuhan lah yang patut disembah dan tempat bergantung minta pertolongan,wajib taat atas perintah dan laranganNYA agar manusia memiliki Akhlaq Mulia atau Berbudi Luhur. Dalam proses pembelajaran,para pemeluk Agama juga sudah tahu tentang hal tersebut,tetapi mengapa para pemeluk Agama : TIDAK SADAR dan TIDAK TAAT ???  Inilah akar masalah utamanya !

FAKTA, SUDAH BERAGAMA TAPI MASIH DALAM KEPALSUAN.

Kata kunci Diri Manusia adalah : identitas Diri Sejati manusia itu : ” JIWA ”( ANI : Pribadi ), jiwa dihidupi Ruh Tuhan, jiwa dalam beraktifitas di Bumi menggunakan kendaraan namannya RAGA. Ada 3 sebutan subyek Diri ( versi : L.ESN ) yang menggambarkan posisi ekspresi jiwa yaitu : 1. DIRI SEJATI ( jiwa suci + jiwa murni ), 2. DIRI BIJAK ( jiwa bijak + jiwa tenang ), 3. DIRI PALSU ( jiwa ego+jiwa amarah+jiwa keinginan ). Sesuai dengan posisi strata/maqomnya,dalam proses beragama bila anda dalam posisi Diri Palsu,maka hasilnya : Masih Dalam Kepalsuan, inilah akar masalah utamanya !

Kata kunci BERAGAMA adalah : persepsi kesadaran anda harus berada di strata/maqom Diri Sejati,karena padi posisi inilah yang tahu akan kebenaran Sejati inti ajaran Agama Tuhan. Inilah solusi utama bila anda benar-benar ingin BERAGAMA !, Anda tidak dalam kepalsuan lagi,tidak dalam KEBIJAKAN ( kebenaran relatif ), tetapi dalam Kebenaran yang sejati.

15 Februari 2013 – Ronggo Alam

1 comment for “FAKTA, SUDAH BERAGAMA TAPI MASIH DALAM KEPALSUAN

Comments are closed.