DIRI SEJATI

Diri Sejati adalah identitas diri pribadi yang sebenarnya bagi mahluk yang bernama manusia. Diri Sejati kalau berada di dalam raga maka akan disebut sebagai Jiwa Suci, dan pada saat meninggal dunia/keluar raga  disebut Roh Suci.

Walaupun termasuk di alam kesucian, tetapi Diri Sejati ranahnya masih termasuk golongan mahluk ciptaan yaitu manusia. Diri Sejati bukan Jati Diri wujudnya memiliki bentuk mengikati Pribadi Raganya, tempatnya di hati dan pusat kendali aktifitasnya di Otak.

Jadi yang bertanggung jawab dan mempertanggung jawabkan segala perbuatan manusia itu adalah “JIWA”. Secara anatomi jiwa itu terdiri dari 7 lapis ( penjelasan mendetil mengenai 7 lapis jiwa ini akan dijelaskn di kelas ). Diri Sejati dikomandani Jiwa Suci, sedangkan Jiwa Palsu dikomandani oleh Jiwa Ego.

DIRI SEJATI

Banyak sekali di media atau bahkan para pelaku atau penekun Spiritual salah memahami batasan/definisi-definisi istilah-istilah dalam dunia Spiritual/Metafisika sehingga persepsinya menjadi keliru/salah kaprah/salah dianggap benar. Misalnya : Diri Sejati itu tidak sama dengan Jati Diri, ROH tidak sama dengan RUH, ROH SUCI tidak sama dengan RUH SUCI, Spiritual tidak sama dengan supranatural juga tidak sama dengan Paranormal, dll.

Syarat awal untuk menjadi spiritualis, kita harus berjuang/berproses agar Kesadaran kita ada pada Jiwa Suci atau Diri Sejati, Karena kualitas frekuensi energi Diri Sejati lah yang bisa terhubung/terkoneksi dengan Ruh Ani/Nur Ani/Jati Diri/Subyek ranah Tuhan terluar

Belajar spiritual tentunya juga harus mengerti dasar dasarnya agar tidak salah dalam melangkah, maksud hati ingin terus sampai ke sumbernya, malah berhenti di kedalaman diri sendiri ( Jati Diri dan Diri Sejati ), maksud hati berbicara tentang sang Esa, malah tidak dapat mengerti dan membedakan intisari dari sistem tubuh ( Jati Diri dan Diri Sejati )