DI PERSIMPANGAN JALAN

Banyak orang sudah tahu dan paham atas keyakinan,Tuhan lah Yang Maha Kuasa. Sesembahan tempat bergantung dan memohon pertolongan segala kebutuhan. Faktanya Tuhan tidak segera mengabulkan keinginannya,padahal iktiar dan doa selalu dipanjatkan. Ada fakta lain,melalui kuasa perantara mahluk ciptaanNya,ternyata lebih cepat terkabul. Kuasa perantara : orang pintar,orang suci,leluhur suci-sakti,supranaturalis,dukun,ziarah kubur para wali/tokoh,tawasulan.dll.

00-persimpangan

Kenyataan tersebut membuat hati bimbang,keyakinan ada di jalan persimpangan. Kemurnian meng ESA kan Tuhan menjadi ternoda,ganda keyakinan dalam mendapatkan pertolongan. Dualisme ganda keyakinan ini berjalan subur,bahkan mentradisi menjadi hal yg lumrah. Tersamar Tuhan hanya dijadikan stempel atas ijinNya,tapi justru terwujudnya hajat dari kuasa perantara. Posisi kuasa perantara menjadi penentu,bahkan ada yg mengAgungkan setara dg Tuhan.

Bagi yg tdk menjaga prinsip kemurnian dalam meng ESA kan Tuhan,kondisi tersebut dianggap wajar saja.

Kondisi dilematis,subur terpola,mentradisi,dualisme tersamar kukuh dalam pembenaran. Permasalahan timbul bagi yg murni tidak mau menduakan kuasa Tuhan,sesamar apapun kemasannya. Diperlukan keteguhan prinsip disaat menentukan pilihan di jalan persimpangan. Pengenalan metodologi bagaimana kuasa Tuhan bekerja pada diri setiap manusia adalah solusi yg perlu disosialisasikan.

 

9 januari 2013 – Ronggo Alam