6. Mengenal Jati Diri Manusia

Mayoritas manusia lupa akan Jati Dirinya, bahkan merasa dan mempunyai persepsi terpisah dengan Tuhannya. Hal ini terjadi dikarenakan pengaruh yang dahsyat dari medan magnet Diri Ego/Diri Palsu dan diperkuat dengan kaki tangannya, yaitu : Jiwa amarah dan Jiwa keinginan yang bersemayam di otak dengan informasi-informasi dari panca indera. Posisi Kesadaran ada pada Kesadaran Fisik.

Selama manusia dalam posisi Kesadaran Fisik, panglima hidupnya dikendalikan oleh Jiwa Ego/Diri Palsu, maka selama itu pula siklus hidupnya akan berputar putar, dari alam dunia ke alam Roh – kembali lagi ke alam dunia untuk mengadakan perbaikan perbuatan Raport Jiwa, terus menerus tak berkesudahan, dan tidak akan mampu kembali ke asal/Tuhan.

Oleh karenanya perlu mengadakan Revolusi Jiwa, berupaya dengan keteguham Iman dan Kepercayaan yang super kuat untuk beralih posisi dari : Diri Palsu ke Diri Sejati – kemudian ke Jati Diri/Ruhani yang bersemayam dalam Hati, tidak berbentuk, berwujud Cahaya/Nur, sehingga sering juga disebut : NurAni.

Tanda-tanda seseorang telah mengenal Jati Dirinya adalah hatinya terbuka sehingga memancar sifat-sifat Kasih Sayang, peduli terhadap sesama, merasa bahagia (non materi), bijaksana dalam perbuatannya, pandai bersyukur, jiwanya tegas, mental kuat/tidak mudah stress, pola berpikir positif,dll.

JATI DIRI

Jati Diri adalah percikan Ruh Tuhan dari kualitas Ruh Suci ke Pribadi mahluk, bila ke manusia dinamakan Ruh Ani.

Sudah ketentuan Tuhan dan dan menjadi keistimewaan bangsa manusia, karena hanya manusialah yang bisa merealisasi eksistensi Jati Dirinya.

Ruh Ani termasuk dalam ranah Alam Tuhan, bukan Alam Jiwa, juga bukan Alam Raga. Oleh sebab itu sifat-sifat Tuhan. Terekspresi memancar ke Jiwa – Pikiran dan Raga.

Tempat Jati Diri berada di Hati, berada di lintasan terluar dari Subyek Ruh, jati sejatinya manusia itu adalah mahluk Cahaya, satu unsur dengan Ruh Tuhan, karena itu mempunyai peluang dan bisa kembali ke Asal, Kesadarannya menyatu dengan Tuhan.

Ada ungkapan “Mengenal Jati Diri maka akan mengenal Tuhan”, dalam kajian energi Spiritual tidaklah tepat, tetapi mempunyai arah yang benar, mengapa…?? Ini dikarenakan frekuensi Energi Jati Diri tidak sama dengan Frekuensi Ruh Tuhan. Koneksitas terjadi apabila dalam suatu frekuensi yang sama, untuk menyamakan frekuensi diperlukan proses/perlakuan khusus ( lebih mendetail akan dijelaskan di kelas pelatihan L.E.S.N ).

Jati Diri = Nur Ani = Ruh Ani, yang terpenting adalah bagaimana cara agar posisi Kesadaran Kita berada pada Kesadaran Ruhani. Pada posisi ini ibaratnya kita ada di Pintu Tuhan, artinya kita berada di Alam Dunia/Manusia, tetapi sedikit banyak kita akan tahu tentang Alam Tuhan, lumayan,… Setidaknya kita tahu tentang nama-nama Tuhan. Bila ingin masuk lebih dalam lagi maka anda masuk dihamparan alam Ruh Suci yang merupaka sumber manifestasi dari sifat-sifat Tuhan. Penasaran,…??. Masuk lebih dalam lagi anda akan tenggelam dalam Ruh Tuhan, tiada lain adalah zat Tuhan. Nekat masuk kedalam lagi….dan karena tidak tahu maka kita sebut zona misteri Tuhan.

Dalam perjalan spiritual mencapai Tujuan, tidak bisa tidak kita harus melewati atau sampai di stasiun/maqom/posisi Ruhani/jati Diri. Proses yang semula dari tidak tahu, kemudian menjadi tahu, dari tidak mengenal Ruhani menjadi mengenal Ruhani, inilah yang kami sebut “Pencerahan Ruhani”…

Update Program : Program Pengembangan Diri Untuk Kesuksesan

Referensi :

Pencerahan Spiritual : Sebuah perjalanan kedalam diri manusia 1

Pencerahan Spiritual : Sebuah perjalanan kedalam diri manusia 2 menuju Bagian Jiwa

Pencerahan Spiritual : Sebuah perjalanan kedalam diri manusia 3 menuju Bagian Ruhani