5. Mengenal Diri Sejati Manusia

Manusia yang tidak pernah merenung, untuk mau tau tentang diri sejatinya, selama hidup di dunia sampai meninggal dunia juga tidak akan tau. Mayoritas manusia terjebak dalam diri EGO/DIRI PALSU/DIRI SUPERFICIAL, di dominasi kuat oleh jiwa/nafsu keinginan, ingin ini-ingin itu-ingin semuanya, seharusnya begini-bukan begitu, semakin dituruti/dipenuhi bukannya mereda, tetapi semakin menjadi, sehingga diri ini tidak sadar jika sedang diperbudak oleh nafsu dan keinginan, tidak jarang diri ini dipermalukan/sengsara-bahkan stress hanya karena untuk memenuhi “Shang Keinginan”. Hati jauh dari rasa tenang, seiring dengan usia senja berbagai penyakit mulai bermunculan, semakin parah, dan detik detik terakhir baru sadar……terlambat sudah…sengsara berkepanjangan.

Banyak sekali keuntungannya bagi seseorang yang mengenal diri sejatinya, karena orang yang konsisten kesadarannya pada posisi DIRI SEJATI : jiwanya tenang dan bijaksana , sudah dapat melampaui Diri Palsu (Ego+Amarah+Keinginan), sehingga posisi kesadaran nya berada pada lapis “JIWA SUCI”

Banyak metode untuk mensucikan jiwa, baik secara keagamaan maupun para penganut tradisi, namun proses yang dilalui berat, waktunya lama dan capaian hasilnya belum tentu sempurna . Pada era kini, KAMI PERKENALKAN : “Metode Khusus yang berbasis Energi Spiritual nusantara, sehingga tidak saja hanya mengenal, tetapi kesadaran saudara/i berada dalam satu frekuensi dengan Diri Sejati anda.

DIRI SEJATI

Diri Sejati adalah identitas diri pribadi yang sebenarnya bagi mahluk yang bernama manusia. Diri Sejati kalau berada di dalam raga maka akan disebut sebagai Jiwa Suci, dan pada saat meninggal dunia/keluar raga disebut Roh Suci.

Jadi yang bertanggung jawab dan mempertanggung jawabkan segala perbuatan manusia itu adalah “JIWA”. Secara anatomi jiwa itu terdiri dari 7 lapis ( penjelasan mendetil mengenai 7 lapis jiwa ini akan dijelaskan di kelas ). Diri Sejati dikomandani Jiwa Suci, sedangkan Jiwa Palsu dikomandani oleh Jiwa Ego.

Walaupun termasuk di alam kesucian, tetapi Diri Sejati ranahnya masih termasuk golongan mahluk ciptaan yaitu manusia. Diri Sejati bukan Jati Diri ( akan dijelaskan lebih lanjut pada artikel lain,tersendiri ) wujudnya memiliki bentuk mengikuti Pribadi Raganya, tempatnya di hati dan pusat kendali aktifitasnya di Otak.

Syarat awal untuk menjadi spiritualis, kita harus berjuang/berproses agar Kesadaran kita ada pada Jiwa Suci atau Diri Sejati, Karena kualitas frekuensi energi Diri Sejati lah yang bisa terhubung/terkoneksi dengan Ruh Ani/Nur Ani/Jati Diri/Subyek ranah Tuhan terluar ( Dalam diklat L.E.S.N disebut Program I : Pencerahan Hidup Bermakna ).

Banyak sekali di media atau bahkan para pelaku atau penekun Spiritual salah memahami batasan/definisi-definisi istilah-istilah dalam dunia Spiritual/Metafisika sehingga persepsinya menjadi keliru/salah kaprah/salah dianggap benar. Misalnya : Diri Sejati itu tidak sama dengan Jati Diri, ROH tidak sama dengan RUH, ROH SUCI tidak sama dengan RUH SUCI, Spiritual tidak sama dengan supranatural juga tidak sama dengan Pranormal, dll.

Update Program : Program Pengembangan Diri Untuk Kesuksesan

Referensi :

Pencerahan Spiritual : Sebuah perjalanan kedalam diri manusia 1

Pencerahan Spiritual : Sebuah perjalanan kedalam diri manusia 2 menuju Bagian Jiwa

Pencerahan Spiritual : Sebuah perjalanan kedalam diri manusia 3 menuju Bagian Ruhani

Pencerahan Spiritual : Kesadaran