4. Kenal Diri

Banyak metode dalam proses pencarian atau mendekatkan diri dengan Tuhan. Disini menyimpulkan cara termudah melihat Tuhan – mengenal Tuhan – akrab dengan Tuhan adalah dengan mengkaji diri. Tuhan ada dimana mana, ada di setiap mahluk, termasuk juga manusia, Tuhan meliputi segala sesuatu. Oleh karenanya fokus L.E.S.N sebagai tahap awal adalah “KENAL DIRI”. Bagaimana cara mengenal diri secara utuh sehingga dapat menemukan Tuhan yang berada dalam diri manusia.

Agar tidak rancu dengan : Cerita – Konon – Katanya – Dogma – Pendapat, mari kita jadikan obyek KAJI DIRI adalah DIRI KITA masing-masing. Metode KAJI DIRI adalah “ASAL USUL – USUL ASAL”, yang maksudnya setelah kita telusuri asal usul diri kita dan fakta diri kita saat ini – kemudian kita telusuri balik dari Usul ke Asal secara menyeluruh/komplit, maka kita akan menemukan apa yang kita cari.

Konteksnya disini orientasinya adalah spiritual atau RUH, bukan SOUL  atau jiwa, juga bukan MIND atau pikiran. Bukan sedang belajar TABIB/Kedokteran, juga bukan sedang belajar Kejiwaan/Psikologi, bukan Tenaga Dalam, Kedigdayaan, Kewaskitaan, Kekayaan, dan lain lain.

3 komponen utama kita, diri terdiri dari :

  1. RAGA ( 7 bahan utama : Kulit, Otot, Tulang, Syaraf, Otak, Organ Dalam, Kelenjar )
  2. JIWA ( 7 lapis jiwa )
  3. RUH ( 7 lapis RUH )

KENAL DIRI

Asal Usul dan Usul – Asal

Hasil cengkerama kedua orang tua kita menghasilkan buah kasih sayang pembuahan/zygote, yaitu penyatuan dari spermatozoa ayah dan ovum dari ibu, disini terdapat warisan kompleksitas secara genetis dari kedua orang tua, seiring dengan usia kandungan 3-4 bulan, terkondisilah wadah diri (janin) dengan kualitas score misalkan 7, 6 ,.. maka janin tersebut secara sistematis hukum alam akan kemasukan ROH ( yang mengandung RUH ) yang scorenya juga sama persis yaitu 7,6,.. ROH yang masuk dalam Raga dinamakan jiwa dan sebaliknya pada saat kematian yaitu jiwa yang keluar dari Raga disebut ROH.

Saat bayi lahir, saat itu pula tanggung jawab kehidupan dimulai oleh pribadi dengan modal dasar score 7,6.. Selanjutnya tergantung perbuatan semasa hidup di dunia, apakah positive dan memperbaiki score jiwa, atau sebaliknya malah negative dan memperjelek score/level jiwa.
Secara garis besar diri terdiri dari : RAGA – JIWA – dan RUH. RAGA hanyalah alat jiwa, dan RUH adalah yang menyebabkan jiwa itu hidup. Jiwalah yang bertanggung jawab atas segala perbuatan manusia.

RAGA

Bagian terpenting didalam Raga yang terkait dengan spiritual adalah OTAK, yang berfungsi untuk berpikir dan kontrol dari semua aktifitas RAGA. Respon informasi dari panca indra berpengaruh kuat terhadap suasana panjang gelombang OTAK, tidak jarang menyebabkan kekisruhan pikiran, sulit menjadi hening, menjadi terbloking/terhijab terhadap pencapaian laku spiritual. Fungsi otak tidak menjangkau wilayah spiritual, selama masih menggunakan otak/pikiran/logika selama itu pula tidak akan sukses dalam olah spiritual/ruhani. Hal ini penting untuk direnungkan secara mendalam.

277

JIWA

Jiwa ibarat sopir dan raga adalah mobil atau alat. Jadi jiwalah yang bertanggung jawab dalam mengisi kehidupan di dunia maupun akhirat. Jiwa adalah identitas pribadi seseorang.

  1. Jiwa terdari 7 lapis ( untuk lebih mendatail dijelaskan di kelas, tiga lapis terluar yang dikomandoi oleh Jiwa Ego disebut Diri Palsu / Diri Ego. Bila Diri Palsu pengaruhnya tidak diminimalisir / dihilangkan maka percuma belajar spiritual, karena tidak akan Ketemu/Sukses.
  2. 4 lapis jiwa ke dalam dikomandoi Jiwa Suci disebut Diri Sejati, inilah yang terhubung dengan Ruhani/Nurani/Spiritual.

RUH

RUH terdiri dari 7(tujuh) kualitas ( lebih mendetail akan diajarkan di kelas ), terdiri dari 3 kualitas wahana RUH dan 3 kualitas subyek RUH dan satu misteri ZAT TUHAN. Ruh lah yang menyebabkan jiwa hidup, Ruh yang menyebabkan segala sesuatu menjadi hidup, Ruh bersifat kekal abadi, Ruh adalah percikan Tuhan yang berada dalam diri manusia.

Disamping itu ada badan energi / eterik yang menjembatani antara badan RAGA dengan JIWA. Badan energi mempunyai anatomi dan mekanisme fungsi (fisiologis) tersendiri, Kita ambil fungsi-fungsi badan energi yang esensial menjadi topic pembelajaran, yaitu : a. jalur energi, b.pusat-pusat energi utama (cakra), c.Orbit siklus energi, d. Pusat-pusat penyimpanan energi, e.Pusat kesadaran RUH, f.Pusat kesadaran JIWA, g,Pusat kesadaran fisik ( untuk penjelasan lebih mendetail akan diterangkan kemudian di kelas)
Setelah kita mengkaji Diri sehingga Kenal Diri, Tahu mana sebenarnya yang dimaksud : Diri Palsu, Diri Sejati, Jati Diri, Ruhani, Ruh Suci, Ruh Tuhan dan Anatomi – Fisiologi – fungsi sistem tubuh dan keterkaitan dengan Alam Semesta dan Tuhan, maka akan mudah bagi kita untuk membuat formula/metode jalan spiritual ataupun jalan metafisika/supranatural, dll.
Jalan kronologis asal usul kita secara prinsip dan berurutan adalah sebagai berikut : RUH TUHAN -> RUH SUCI -> RUH ANI – > DIRI SEJATI- > DIRI PALSU (Kesadaran Fisik). Kemudian untuk melacak siapa diri kita sebenarnya : Route nya dibalik menjadi : DIRI PALSU -> DIRI SEJATI -> RUH ANI -> RUH SUCI -> RUH TUHAN .

“Kenal Diri” adalah pengertian dasar bagi pencari TUHAN. Lembaga Energi Spiritual Nusantara dengan visi global : “PENCERAHAN HIDUP BERMAKNA”, bukan mencari murid, tetapi mencetak Guru Spiritual sebanyak banyaknya sehingga hidupnya bermakna kepada siapapun – dimanapun – kapanpun. Para peserta/calon guru, dilatih – dibimbing – dihantar sampai ketemu Guru Sejati nya (Tuhan dalam diri manusia) dalam waktu yang singkat/quantum. Jadi konsepnya : Para peserta/calon guru, berguru langsung kepada Tuhan, yang ada dalam dirinya masing-masing.

Update Program : Program Pengembangan Diri Untuk Kesuksesan

Referensi :

Pencerahan Spiritual : Sebuah perjalanan kedalam diri manusia 1

Pencerahan Spiritual : Sebuah perjalanan kedalam diri manusia 2 menuju Bagian Jiwa

Pencerahan Spiritual : Sebuah perjalanan kedalam diri manusia 3 menuju Bagian Ruhani